Markas Pusat KOMNAS TPNPB Sebut Pria Ditembak adalah agen Intelijen 

Hot23 Dilihat
banner 468x60

NEWSIN, PAPUA –

TPNPB Kodap III Ndugama Darakma Tembak Mati Sopir Di Jalan Trans Wamena-Nduga, TPNPB: Warga Imigran Indonesia Yang Berprofesi Sebagai Sopir Taksi, ASN Dan Sebagainya Kosongkan Wilayah Perang

banner 336x280

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Selasa, 15 September 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap lll Ndugama Darakma, Brigjend Egianus Kogeya pada hari ini bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai sopir di jalur Trans Wamena-Nduga pada hari Selasa, 15 September 2026 sekitar jam 09.25 pagi. Brigjend Egianus Kogeya juga melaporkan bahwa warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek dan sopir taksi di jalan trans Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, Wamena-Jayapura dan seterusnya agar hentikan aktivitasnya karena jika kedapatan, kami siap tembak mati karena itu bagian dari agen intelijen militer pemerintah Indonesia.

Oleh sebab itu, kami sampaikan kepada warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek, sopir taksi dan ASN agar hentikan aktivitasnya namun, jika himbaun ini tidak di indahkan maka konsekuensinya wajib di tembak mati karena kami cap anda bagian dari intelijen militer Indonesia yang sedang beroperasi di wilayah konflik bersenjata. Apalagi anda yang sedang memasuki wilayah Wamena, Habema, Nduga sampai Mumuggu itu anda menjadi target penembakan. Ultimatum ini sebagai peringatan penting sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional yang kami tegakan.

Kami juga menyampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk silahkan datang evakuasi korban penembakan di jalan trans Wamena-Nduga. Serta evakuasi mobil tersebut setelah kami bakar. Dan menegaskan kepada orang Papua untuk tidak terlibat dalam evakuasi korban penembakan di jalan Trans Wamena-Nduga entah anda yang bekerja sebagai TNI-POLRI. Dan kami juga mengimbau agar kedepannya seluruh sopir warga imigran Indonesia jangan pernah melewati jalur Trans di Wamena. Kecuali orang asli Papua dan para penumpang hanyalah orang asli Papua. Pendatang kami tidak ijinkan masuk wilayah perang di Tanah Papua sehingga b

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *