Hadapi Perang Dagang, Warga Kanada Kompak Boikot Produk AS

Politik105 Dilihat
banner 468x60

NEWSIN, BENGKULU — Warga Kanada semakin banyak memilih produk dalam negeri dan menghindari barang barang asal AS di tengah perang dagang kedua negara.

Gerakan membeli produk lokal menguat setelah Presiden AS, Donald Trump memberlakukan sejumlah tarif terhadap produk Kanada dan berulang kali menyebut Kanada sebagai “negara bagian ke-51 AS.

banner 336x280

Gerakan boikot produk AS itu menegaskan bahwa warga Kanada tak takut perang dagang yang diluncurkan Trump.

Salah satu warga Toronto, pekerja pengembang perangkat lunak, Mateus Gujrel mengungkapkan perang dagang membuatnya lebih sadar saat akan memilih produk.

Dia mengganti merek susu almond yang biasa dikonsumsi, dan berhenti membeli LaCroix, minuman air berkarbonasi asal AS. Kemudian dia memilih produk Kanada sebagai ganti.

“Apa pun yang bisa kami lihat dengan jelas sebagai produk Kanada, akan kami pilih,” kata Gujrel, dilansir Al Jazeera, Sabtu (12/9).

“Saya tidak ingin uang kami mengalir ke AS dengan cara apa pun yang bisa saya hindari,” ujarnya.

Kepala operasional perusahaan riset pasar Narrative Research, Margaret Chapman, juga menyampaikan kecenderungan warga Kanada membeli produk lokal bukan sekadar tren sementara.

“Inisiatif warga Kanada untuk membeli produk Kanada dan mendukung Kanada bukanlah sentimen yang hanya berlangsung sementara. Sentimen ini sangat kuat, terus berlanjut, dan kemungkinan akan bertahan,” kata Chapman.

Tarif AS dan balasan Kanada

Perang dagang AS-Kanada kembali memanas pada akhir Agustus setelah negosiasi kedua negara gagal mencegah rencana tarif 50 persen AS atas hampir US$20 miliar produk Kanada.

Produk yang terdampak seperti mesin, tekstil, dan tongkat hoki.

Tarif AS mulai berlaku pada 22 Agustus 2026. Kanada lantas membalas dengan tarif 15 hingga 50 persen atas sekitar US$20 miliar produk AS.

PM Kanada, Mark Carney mengatakan tarif tersebut merupakan respons ‘dolar demi dolar’ atas kebijakan AS.

Produk yang terkena tarif balasan antara lain baja, aluminium, produk susu, peralatan rumah tangga, pakaian, dan kosmetik.

Dampak kenaikan tarif Kanada di AS

Dampak kenaikan tarif belum sepenuhnya terlihat di tingkat konsumen.

Oxford Economics memperkirakan hanya sekitar 0,25 persen dari rata-rata keranjang belanja konsumen yang terdampak langsung oleh tarif baru Kanada.

Sebagian besar produk yang dikenai tarif digunakan oleh pelaku usaha, bukan langsung dibeli konsumen.

Meski demikian, harga sejumlah barang berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, biaya bahan dan kemasan yang digunakan untuk produk konsumen dapat juga terdampak tarif.

Analis ritel Bruce Winder mengatakan toko-toko saat ini masih menjual stok lama yang dibeli sebelum tarif berlaku.

“Saya pikir Anda kemungkinan akan melihat beberapa harga di rak meningkat dalam beberapa pekan ke depan,” kata dia. ***

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *