Kembali Molor, Target Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Mundur hingga 2027, ada apa?

Berita218 Dilihat
banner 468x60

NEWSIN, BENGKULU – Proses pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aktivitas pelabuhan. Namun, hingga saat ini pekerjaan tersebut belum mampu mencapai target kedalaman yang telah ditetapkan.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, dalam rapat hybrid yang digelar bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dan PT Pelindo selaku penanggung jawab pengerukan, menyampaikan target kedalaman alur hingga 12 meter belum dapat diselesaikan sesuai jadwal yang sebelumnya ditetapkan. Yakni pada pertengahan 2026.

banner 336x280

PT Pelindo mengusulkan penyesuaian target waktu penyelesaian pekerjaan itu kepada pemerintah.

Proses pengerukan alur pelabuhan sendiri diusulkan diperpanjang hingga 2027. Dengan target pengerjaan kedalaman dapat tercapai optimal.

R.A. Denni menjelaskan penyesuaian jadwal itu dipengaruhi adanya kendala dalam kegiatan pengangkutan batu bara yang disebut mengalami keterlambatan.

Hingga saat ini dilaporkan baru tiga (3) perusahaan yang sudah memperoleh izin untuk melakukan aktivitas pengangkutan, sehingga ikut memengaruhi pelaksanaan pengerukan di lapangan.

Selain meminta percepatan proses pengerukan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendorong percepatan penyelesaian perizinan bagi perusahaan yang belum memperoleh izin operasional tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas angkutan batu bara sekaligus mendukung percepatan pengerukan alur pelabuhan.

Pemerintah provinsi menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, PT Pelindo, dan para pelaku usaha menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dengan koordinasi yang baik, proses pengerukan diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas logistik di Pelabuhan Pulau Baai.

Saat ini kedalaman alur Pelabuhan Pulau Baai masih berada di kisaran minus 6 (enam) meter.

Meski demikian, kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas kapal yang keluar masuk pelabuhan sehingga operasional pelabuhan masih berlangsung normal. (Red)

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *