Menteri ESDM Penasaran Pencipta Lagu ‘MBG’ Mas Bahlil Ganteng’, Ingin Bertemu dan Ajak Makan Bareng

Berita164 Dilihat
banner 468x60

NEWS.In, Jakarta – Lagu “MBG” alias “Mas Bahlil Ganteng” tengah viral dan ramai diperbincangkan di jagat linimasa.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara terkait lagu viral tersebut.

banner 336x280

Respons Bahlil terhadap lagu itu terungkap melalui video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam video tersebut, Bahlil mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu yang viral di berbagai platform media sosial. Ia bahkan menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan penciptanya.

“Saya minta tolong adinda (Raffi) untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, kemunculan lagu MBG merupakan hal yang alami dan bentuk kreativitas dari masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengungkapkan jika dirinya tidak mengetahui proses pembuatan lagu tersebut, namun tetap mengapresiasi kreativitas yang berkembang di ruang digital.

“Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali. Saya juga penasaran siapa yang membuatnya. Kalau boleh, saya ingin sekali bertemu,” kata Bahlil.

Dia menilai media sosial telah menjadi wadah penting bagi anak muda untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Namun, ia ikut mengingatkan jika kebebasan berekspresi tetap digunakan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, kreativitas di media sosial sebaiknya tidak mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memicu perpecahan di masyarakat.

“Socmed itu penting di era demokrasi, tetapi kalau boleh dipergunakan secara terukur. Jangan sampai masuk ke wilayah SARA karena bisa memicu terganggunya soliditas sesama anak bangsa,” katanya.

Dia menambahkan, kreativitas harus tetap dihargai selama berada dalam koridor yang positif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan sosial.

Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa pejabat publik harus siap menerima berbagai bentuk respons masyarakat, baik kritik, candaan, maupun ekspresi kreatif yang muncul melalui medsos dan karya seni seperti lagu.

“Ya, risiko pejabat publik harus menerima semuanya,” jelasnya. (*)

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *