Tawuran antar Kelompok Gunakan Busur-Batu di Asrama Bara-baraya Makassar

Hot113 Dilihat
banner 468x60

NEWSIN, MAKASAR – Tawuran antara kelompok pemuda menggunakan busur panah dan batu terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (15/9) malam.

Berlangsung dijalan Kerung-Kerung Lorong 12, tepatnya eks Kantor Lurah Bara-baraya dengan Kompleks Eks Asrama TNI Bara-baraya, Makassar.  2 orang pemuda diamankan polisi.

banner 336x280

Kerusuhan mulai setelah adanya bunyi petasan dari arah Asrama Bara-baraya.

“Warga kemudian keluar dan pemuda Jalan Kerung-Kerung Lorong 12 yang sudah berkumpul melakukan perlawanan menggunakan batu,” kata AKP Jafar Achmad, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Rabu (16/9/2026), dilansir dari Detik.

Kericuhan memanas setelah terjadi saling serang antar kelompok menggunakan batu dan busur panah serta petasan. Keributan diduga bagian aksi balasan setelah sehari sebelumnya terjadi penyerangan di lokasi yang sama.

“Diduga keributan ini terjadi karena aksi balasan terjadi penyerangan terhadap kelompok pemuda di lokasi kejadian,” kata AKP Ja’far.

Situasi sebelumnya sempat dinyatakan aman dan kondusif. Hanya saja selang beberapa waktu  warga mengamankan seorang pemuda berinisial AG (25) yang diduga sebagai penyusup dari kelompok Asrama Bara-baraya.

“Pemuda tersebut diamankan warga dan selanjutnya dibawa ke Polsek Makassar untuk dimintai keterangan,” kata Jafar.

Namun kepada polisi, AG mengaku datang ke lokasi hanya untuk melihat keributan, karena mendengar adanya sengketa lahan antar warga Asrama Bara-baraya dengan warga Jalan Kerung-kerung Lorong 12.

“AG tidak mengakui ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai di lokasi tersebut. Dia datang di lokasi tersebut hanya untuk melihat karena mendengar adanya keributan sengketa lahan antara warga Asrama dengan Warga Jalan Kerung-kerung Lorong 12 Makassar,” jelas AKP Jafar.

Setelah itu, kelompok pemuda Eks Asrama Bara-baraya kembali melakukan penyerangan ke arah Jalan Kerung-kerung Lorong 12. Aksi saling serang pun kembali terjadi. Menggunakan anak panah atau busur, batu, dan petasan, hingga akhirnya personel gabungan melakukan pembubaran.

“Gabungan personel kepolisian Polsek Makassar, Polrestabes Makassar, dan Polda Sulsel kemudian melakukan pembubaran terhadap kelompok yang bertikai dan melakukan penyisiran di lokasi,” ungkap Jafar.

Dalam penyisiran, polisi mengamankan seorang mahasiswa berinisial FA (19) yang membawa busur panah dan katapel saat melintas menggunakan sepeda motor ke arah Jalan Kerung-Kerung Lorong 12, Makassar.

FA mengaku datang ke lokasi bersama tiga temannya untuk menonton aksi keributan. Dia akhirnya  bergabung di Lorong Antobar bersama sejumlah pemuda lainnya.

“Yang bersangkutan diamankan dengan membawa empat anak panah atau busur panah dan satu ketapel atau pelontar. FA juga mengaku membawa empat anak panah atau busur dan satu ketapel dengan alasan untuk berjaga-jaga,” pungkas AKP Jafar.

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *