Pelaku usaha wisata di Bengkulu Tengah mengharapkan adanya bantuan promosi dari pemerintah daerah (Pemda). Guna meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke Bengkulu Tengah. Terlebih saat ini pelaku usaha diterapkan adanya kenaikan pajak.
NEWSIN, BENGKULU – Pelaku usaha wisata di Bengkulu Tengah mengharapkan adanya promosi wisata yang kian masif di Bengkulu Tengah. Terutama setelah adanya beban peningkatan pajak yang diterapkan kepada pelaku usaha.
Kenaikan tersebut terutama sektor hiburan yang mencapai lebih dari 200 persen. Kenaikan tersebut dinilai tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang berkunjung di Bengkulu Tengah.
Di sisi lain, pelaku usaha juga dikenakan pajak umum tetap penghasilan (Pph) sebesar 11 persen. Pelaku usaha juga harus membayar pajak air tanah, Pajak Bumi dan Bangunan dan sejumlah beban lainnya yang dinilai cukup membebani pelaku usaha.
Febriana, owner wisata Buana Alit Sunda Kelapa Bengkulu Tengah mengaku saat ini masih bisa bertahan dengan kondisi tersebut. Meski kondisi ekonomi secara umum diakuinya belum berjalan normal seperti sebelumnya.
“Kami taat pajak, tapi harus gimana. Saat ini memang kondisi ekonomi masyarakat masih terpuruk,” kata Febriana.
Dia menambahkan kondisi pengunjung wisata saat ini relatif turun sejak 3 bulan terakhir.
Buana Alit sendiri membuka jadwal padat pada Sabtu Minggu dan hari libur dimana pengunjung dinyatakan cukup ramai.
Untuk menarik minat pengunjung, Buana Alit tak jarang memberi diskon atau potongan harga kepada para pengunjung setia di setiap kunjungan. **



















