NEWS.In, Bengkulu – Hingga Februari 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bengkulu tercatat mencapai 281.097 pengguna atau tumbuh sekitar 12,4 persen secara tahunan. Sementara itu, volume transaksi QRIS mencapai 243.888 transaksi atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, pada evaluasi kinerja (Championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu 2026 di Hotel Mercure, Senin (13/4).
“Hal ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi transaksi digital di masyarakat serta meningkatnya kepercayaan terhadap sistem pembayaran non-tunai,” katanya.
Untuk memperkuat digitalisasi, Wahyu meminta daerah tak hanya menjalankan program digitalisasi, namun memastikan setiap inovasi, kegiatan, dan capaian, terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik.
Di sisi lain, ia menyampaikan peran penting TP2DD dalam memperkuat sinergi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong percepatan digitalisasi keuangan.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebut sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu masih berada di kisaran 50 persen dalam penggunaan transaksi non-tunai.
Karenanya, dia meminta seluruh transaksi, termasuk perjalanan dinas dan pencairan anggaran, dilakukan non-tunai agar lebih efektif dan mengurangi risiko penyalahgunaan anggaran.
“Masih banyak aplikasi yang sudah dibuat, tetapi implementasinya terkendala kesiapan sumber daya manusia dan kebiasaan yang masih nyaman menggunakan cara manual,” katanya.
Herwan menyebut Bengkulu saat ini masih berada di peringkat ke-9 dari 10 provinsi di Sumatera dalam penilaian TP2DD. Karena itu, diperlukan upaya lebih serius untuk meningkatkan posisi tersebut. Ia juga menyoroti masih adanya daerah yang belum sepenuhnya menerapkan transaksi non-tunai.
Selain itu, ungkap Herwan, digitalisasi diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah di tengah kondisi fiskal yang terpuruk akibat efisiensi.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Laporan Championship TP2DD Menuju Bengkulu Pacak Digital,” dihadiri Sekda Bengkulu Selatan Susmanto, Plt Dirut Bank Bengkulu Iswahyudi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu Tommy Irawan, dan sejumlah perwakilan pemda kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. (**













