Hasil Survei, Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump atas Perang Iran

Luar Negeri47 Dilihat
banner 468x60

NEWS, In, Washington – Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menginginkan Kongres memakzulkan Presiden Donald Trump atas kebijakannya perang terhadap Iran. Menurut hasil jajak pendapat terbaru dirilis lebih dari 40 hari setelah konflik dimulai.

Laporan Newsweek dikutip PressTV, dan dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 menunjukkan 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen lainnya menolak.

banner 336x280

Hasil ini muncul di tengah menurunnya dukungan politik atas Trump di Kongres terkait operasi militer yang ia sebut “Operation Epic Fury”, yang kini oleh sebagian pihak dijuluki “Epic Failure”.

Operasi tersebut dilaporkan sudah menghabiskan puluhan miliar dolar dan memicu kekhawatiran atas tekanan persediaan senjata AS.

Sebanyak 790 responden terlibat dalam survei, yang dilakukan atas permintaan dua kelompok advokasi progresif – Impeach Trump Again dan Free Speech for People,- menentang kebijakan Trump soal Iran. Hasil survei ikut menunjukkan satu dari tujuh pemilih Partai Republik mendukung proses pemakzulan.

Menurut laporan ini, survei dilakukan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People, bekerja sama dengan firma jajak pendapat milik Celinda Lake, dengan margin kesalahan sekitar 3,9 persen.

“Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahap awal masa jabatan presiden,” kata Bonifaz dalam konferensi pers 6 April.

Dampak Politik di Kongres

Survei juga menunjukkan bahwa penolakan publik atas Trump muncul lebih cepat dibanding mantan Presiden Richard Nixon, satu-satunya presiden dua periode lainnya yang pernah menghadapi mayoritas dengan dukungan pemakzulan.

Pada masa jabatan pertamanya, DPR AS sudah dua kali memakzulkan Trump, namun Senat menolak menjatuhkan hukuman untuk kedua kasus tersebut. Pemakzulan kedua, terkait insiden kerusuhan Capitol 6 Januari, memperoleh 57 suara di Senat, termasuk tujuh Partai Republik, namun tidak mencapai ambang batas dua pertiga.
Perang terhadap Iran dimulai pada 28 Februari disebut semakin memperbesar kemarahan publik dan memperkuat akan tuntutan pemakzulan.

Dari sisi popularitas, tingkat persetujuan atas Trump turun menjadi 39 persen pada awal April, dibandingkan 42 persen di akhir Februari sebelum konflik memulai. Sementara itu, 53 persen responden menyatakan tidak puas—yang merupakan angka terendah selama masa jabatan kedua Trump.

Di Kongres, dukungan pemakzulan sangat terpolarisasi. Sebanyak 84 persen anggota Demokrat mendukung pemakzulan, sementara 81 persen anggota Partai Republik menolak. Di kalangan independen, 55 persen mendukung pemakzulan dibandingkan 34 persen lain menolak.

Meski begitu, peluang pemakzulan masih menghadapi hambatan politik. DPR hanya memerlukan mayoritas sederhana untuk memulai proses tersebut, namun Partai Demokrat tidak menguasai mayoritas. Sementara itu, di Senat diperlukan dukungan dua pertiga suara untuk menjatuhkan hukuman, di mana saat ini tidak ada dukungan yang cukup dari kedua kubu. (hot)

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *