NEWS.In, Teheran – Perang Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel memasuki hari ke-24, dan banyak menimbulkan sejumlah hal.
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam tempo 48 jam. Lalu, bursa saham Asia berjatuhan pada Senin (23/3) ini disebabkan harga minyak dunia terus melonjak.
Kemudian, jumlah korban tewas yang dilaporkan di Iran dan Lebanon sejak awal konflik saat ini telah mencapai angka ribuan.
Berikut rangkuman peristiwa penting dalam Perang Iran vs AS-Israel.
Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz
Pada Sabtu (21/3), Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Horzum tidak dibuka kembali dalam 48 jam.
Iran pun menanggapi ancaman Donal Trump bahwa mereka akan menutup Selat Hormuz tanpa adanya batas waktu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan melakukan pembalasan dengan menyerang pembangkit listrik di Israel dan yang memasok energi ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu.
Secara terpisah, seorang sumber Iran mengungkapkan bahwa Teheran mulai mempertimbangkan untuk memonetisasi kendali Selat Hormuz.
Krisis Selat Hormuz picu kenaikan harga minyak
Sementara itu, di tengah ancaman berlangsung, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Minyak mentah Brent naik ke level USD$114,09.
Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memandang saat ini perekonomian global sedang menghadapi ancaman yang sangat besar, bahkan lebih buruk dari krisis minyak pada 1973 dan 1979.
Serangan Israel ke Lebanon
Pada hari ke-24, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan Israel terhadap infrastruktur di Lebanon selatan pada Minggu (22/3).
Ia menyebut serangan tersebut sebagai “awal dari invasi darat” dan “pelanggaran nyata” atas hukum internasional.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel menyatakan militer akan mempercepat penghancuran rumah-rumah di sepanjang perbatasan Lebanon selatan, dan menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani.
Serangan Israel ke Teheran
Militer Israel menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan berskala besar yang menargetkan infrastruktur di Teheran. Ledakan kuat dilaporkan terjadi di wilayah tengah, selatan, dan timur ibu kota itu.
Rekaman yang telah diverifikasi Al Jazeera menunjukkan kobaran api dan asap membubung di atas kota Karaj, di sebelah barat Teheran, setelah serangan udara terjadi.
Lalu, satu orang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel yang menghantam pemancar radio AM berkapasitas 100 kilowatt milik Islamic Republic of Iran Broadcasting di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, menurut kantor berita Mehr.
Serangan udara juga meratakan bangunan permukiman di kota Urmia, sebelah barat laut Iran. Tim penyelamat masih mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan, menurut kantor berita Nour yang berafiliasi dengan pemerintah.
Dalam unggahan di platform X, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menargetkan fasilitas produksi mesin turbin di Provinsi Qom, Iran bagian utara-tengah, yang disebut digunakan untuk komponen drone dan pesawat terkait Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Serangan Iran di sekitar Yerusalem
Lalu, di Israel, sirene peringatan berbunyi di sekitar Yerusalem dan wilayah tengah Israel, disertai laporan ledakan.
Al Jazeera menyebut jumlah korban luka akibat serangan Iran pada Sabtu di kota Dimona, yang menjadi lokasi fasilitas nuklir utama Israel, dan Arad, dan meningkat menjadi sedikitnya 180 orang.
Kondisi negara-negara Teluk
Peperangan juga berdampak pada negara-negara di Teluk Persia. Contohnya Arab Saudi.
Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua rudal balistik diluncurkan ke arah Riyadh. Satu berhasil dicegat, sementara satu lainnya jatuh di area tak berpenghuni.
Juru bicara IRGC mengatakan pasukannya telah menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
Uni Emirat Arab (UEA) juga merespons ancaman rudal yang datang dari Iran.
Kantor Media Abu Dhabi menyebut seorang warga negara India mengalami luka ringan akibat puing yang jatuh di wilayah Al-Shawamekh setelah sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab mencegat rudal balistik yang menargetkan ibu kota.
Di Qatar, menurut Kementerian Pertahanan Qatar, tujuh orang tewas pada 22 Maret dalam kecelakaan helikopter di perairan Qatar akibat gangguan teknis saat menjalankan “tugas rutin”.
Empat korban merupakan personel angkatan bersenjata Qatar, sementara tiga lainnya berasal dari Turki.
Iran serang pasukan AS di Bahrain
Di Bahrain, Juru Bicara IRGC mengatakan pasukannya telah menyerang Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dengan menggunakan rudal dan drone.
Sementara itu Kantor berita Kuwait, KUNA melaporkan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait mengirim surat protes resmi ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atas “pelanggaran wilayah udara dan serangan terhadap fasilitas bandara” oleh Iran menurut kantor berita tersebut.
Insiden tersebut dinilai melanggar konvensi penerbangan sipil internasional dan membahayakan penumpang serta petugas.
Sementara di luar negara-negara Teluk Persia, ada Lebanon yang melaporkan sedikitnya 1.029 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 100 anak-anak menjadi korban.
Di Irak, sedikitnya dilaporkan 60 orang tewas sejauh ini, yang dilaporkan sebagai anggota Pasukan Mobilisasi Populer pro-Iran.
Seorang awak kapal asing ikut tewas dalam serangan terhadap kapal tanker dekat pelabuhan Irak, menurut keterangan pejabat keamanan pelabuhan.
(sumber : CNN)










