Atasi Abrasi DAS Susup Rindu Hati, BWSS Bangun 12 Cek Dam

Berita98 Dilihat
banner 468x60

NEWSIN, BENGKULU – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu segera membangun cek dam pengendali banjir sebanyak 12 titik di sub DAS (daerah aliran sungai) Susup dan Rindu Hati Bengkulu Tengah.

Pembangunan dilaksanakan dalam tiga tahun mendatang dan bakal menelan anggaran Rp 2,8 triliun.

banner 336x280

Kasatker PJSA BWSS VII Bengkulu, Hadi Buana mengungkapkan pembangunan dinyatakan telah memiliki desain infrastruktur dan menunggu persetujuan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum.

“Satu kesatuan rencana penanganan pengendali banjir (sungai) Air Bengkulu. Jadi cek dam itu fungsinya untuk menahan sedimen supaya sedimen itu tidak ke hilir.

“Efeknya sedimen itu ke hilir mengurangi kapasitas tampung sungai itu makanya terjadi banjir. Itu masih jangka panjang, memang desain sudah ada. Di Rindu Hati setahu saya akan ada dua cek dam yang direncanakan untuk dibangun.

“Di DAS Susup ada 9, dengan total 12 cek dam.

“Nah, tahapan saat ini memang kami terus mengajukan ke pusat (Kementerian PU, red) penanganan termasuk rencana besar penanganan pengendali banjir air Bengkulu. Jadi cek dam ini tahapan sekarang desain sudah selesai.

“Kita perlu lahan di sana. Jadi ke depan kita harus melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu. Karena cek dam itu selain fisik kita harus membebaskan lahan untuk disposal areanya.

“Ketika dia penuh nanti sedimennya akan kita lakukan penggalian terus dia terisi kembali. Nah itulah rencana besar penangan banjir yang masuk dalam kebutuhan biayanya Rp 2,8 T,” jelas Hadi dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Ia menekankan jika di tahun depan akan difokuskan dengan pembebasan lahan terutama untuk pembangunan kolam retensi.

“Ya mudah mudahan tahun depan kita ini kan sedang berupaya mengusulkan pembebasan lahannya. Mungkin tidak langsung 12 12 nya ya. Kita bertahap dulu. InsyaAllah tahun depan kami usulkan pembebasan lahannya karena kami sedang fokus pembebasan lahan untuk kolam retensi.

“Nanti mungkin berproses. Kemungkinan kalau tidak ada kendala mungkin tiga tahun ke depan atau dua tahun akan kita konstruksi,” jelasnya.

Terkait langkah darurat penanganan banjir dia menyatakan BWSS akan melakukan tindakan bertahap lantaran banjir dipandang sebagai fenomena yang kerap terjad di beberapa wilayah di nusantara.

“Ya ini proses. Jadi penanganan banjir tidak bisa kita laksanakan dalam satu atau (waktu tertentu). Seperti kita lihat Jakarta atau dimana kota kota besar itu sejalan dengan perubahan tata guna lahan. Jadi kami berusaha, dari BWSS ini kan mengusulkan nanti kan Acc nya di pusat nanti kan. Apalagi sekarang lagi rehabilitasi rekonstruksi Aceh, Medan sama Padang (Sumbar),” ungkap dia. (Ded)

Loading

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *