NEWS.In, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara tentang pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Menurut dia, hal ini merupakan tanggung jawab Iman Rachman atas terjadinya kekisruhan di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.
“Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang terjadi di bursa kemarin,” ucap Purbaya di Wisma Danantara pada Jumat(30/1/2026).
Pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke level 8.320 dengan net foreign sell jumbo Rp 6,12 triliun, sekaligus memicu suspensi perdagangan (trading halt) pertama pada 2026.
Lalu, pada Kamis (29/1/2026), Bursa Efek Indonesia kembali (BEI)memberlakukan trading halt selama 30 menit setelah IHSG anjlok 8%. Perdagangan kemudian dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8%.
Purbaya berpendapat BEI tidak bergerak cepat mengatasi kekisruhan yang ada. Khususnya terkait penanganan terhadap laporan dari MSCI. Bila permasalahan di pasar modal dapat berimbas ke pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dia tidak follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal disitu, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” terang dia.
Di sisi lain, pemerintah tetap konsisten menjaga fundamental perekonomian. Untuk membenahi kelangsungan fiskal maka pemerintah sedang melakukan rotasi terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Kemarin pegawai DJBC saya ganti 35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pegawai DJP saya ganti,” kata Purbaya.
Dia menegaskan rotasi ini dilakukan untuk pegawai-pegawai yang terindikasi melakukan penyelewengan. Mengingat penerimaan negara tidak mencapai target pada akhir tahun 2025 yang berimbas pada pelebaran defisit hingga mencapai 2,92% dari produk domestik bruto (PDB) atau nyaris mendekati ambang batas sebesar 3% dari PDB.
“Pegawai yang ketahuan main main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh,” tutur Purbaya.
Pemerintah juga menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking agar investasi bisa berjalan maksimal. Satgas tersebut bertugas menyelesaikan permasalahan yang menghambat investasi. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah juga bekerja sama dengan otoritas terkait agar sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa tumbuh maksimal.
“Jadi perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi lebih dekat dengan bank sentral sehingga likuidasi pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini,” kata dia. (In)
![]()













